KOMPLEKS Trans Studio Makassar terletak di Tanjung Bunga. Sebuah kawasan niaga yang berdiri di tepian Pantai Losari yang terkenal indah itu.
Luas lahan Tanjung Bunga mencapai 5 ribu hektare. Lahan tersebut dulu adalah kawasan tambak dan permukiman kumuh para nelayan.
Pemkot Makassar kemudian menggusur permukiman itu dan menggantinya dengan membangun rumah susun modern yang bersih dan apik. Selanjutnya, lahan bekas tambak diuruk dan dibangun fasilitas kota modern, mulai convention hall hingga pusat perbelanjaan.
Sebentar lagi, kompleks Trans Studio Makassar segera hadir. Tak tanggung-tanggung, untuk membangun pusat hiburan dan gaya hidup itu, Chairul Tanjung, bos Trans Corp (Trans TV-Mega Bank Group) menanamkan investasi Rp 1 triliun.
Jika nanti benar-benar rampung, akses menuju kawasan tersebut cukup lancar. Dari Bandara Sultan Hasanuddin, hanya butuh 30 menit untuk mencapainya. Begitu keluar bandara, calon pengunjung bisa langsung masuk tol reformasi, dan keluar di pintu tol Biringkanaya. Setelah itu, masuk Jalan Nusantara Baru, Nusantara Lama, dan Sulawesi, kemudian memutar di Jalan Penghibur (jalan utama di Pantai Losari) untuk masuk kawasan Tanjung Bunga.
Secara umum arus lalu lintas lumayan lancar. Namun, begitu keluar tol, arus agak seret. Sebab, calon pengunjung harus melalui jalan kawasan pelabuhan dan perdagangan. Arus lalu lintas cukup padat. Tapi, begitu masuk kawasan Tanjung Bunga, tak perlu lagi takut macet. Jalannya mulai bergaya boulevarddengan taman yang memisahkan dua arus lalu lintas. Apalagi, bangunan niaga di kawasan tersebut belum seberapa ramai.
***
Sabtu pekan lalu (27/6) Jawa Pos me ngunjungi megaproyek tersebut. Saat itu dikebut dua bangunan utamanya. Yakni, Trans Studio Makassar dan Menara Bank Mega. Dua bangunan itu menempati lahan seluas 16 hektare. Menara Bank Mega bakal berdiri 11 lantai. Sedang kan Trans Studio Makassar memiliki luas dasar bangunan 4,6 hektare.
Nah, di gedung Trans Studio itu bakal berdiri dua bangunan spektakuler. Yakni, ge dung pusat perbelanjaan yang disebut Trans Walk menempati lahan seluas 2,4 hek tare dan theme park bernama Trans Studio Theme Park, menempati lahan se luas 2,2 hektare. Bangunan inilah yang mengadopsi konsep theme park seperti di Disneyland dan Universal Studios. Pro yek inilah yang paling dikebut oleh PT Trans Kalla Makassar agar bisa launch ing 9 September 2009. PT Trans Kalla adalah pelaksana megaproyek tersebut. Perusahaan ini merupakan sinergi antara Chairul Tanjung (Trans Corp) dan keluarga Jusuf Kalla sebagai pemilik lahan.
Dari pengamatan Jawa Pos Sabtu pe kan lalu (27/6), pembanguan Trans Studio Theme Park yang juga disebut Family Entertainment Center (FEC) itu sudah terlihat hampir rampung. Dari luar, gedung setinggi 20 meter itu sudah tampak komplet. Semua dinding bangunan seluas 2,2 hektare itu sudah tertutup. Dari barisan hotel di sepanjang Pantai Losari, bisa dilihat dengan jelas warna-warni dindingnya. Begitu pula bagian dalamnya.
FEC mengadopsi konsep theme park. Seperti yang sudah kondang di kolong jagat antara lain Universal Studios di Amerika Serikat, Disneyland di Ame rika, Jepang, Eropa, dan Hongkong, lalu Gold Coast di Quensland, Australia, juga Dubailand di Dubai.
Theme park FEC memiliki empat theme. Yakni, Studio Central, The Lost City, Magic Corner, dan Cartoon Corner. Setiap theme memiliki wahana sendiri-sendiri.
Begitu masuk FEC, pengunjung akan di bawa ke Amerika abad ke-19. Lorong utama terdiri atas jalan ”beraspal” dengan lebar empat meter. Memang, bu kan aspal betulan. Tapi, jalan utama itu diberi cat khusus berwarna hitam yang sangat mirip aspal. Jalan itu sen diri menjadi lorong utama mobilitas pe ngunjung. Mereka harus melalui jalan itu untuk keluar masuk semua wahana. Jalan itu juga diapit pedestrian crosswalk selebar dua meter.
Karena mirip jalan betulan, akan ada lalu-lalang kendaraan di jalan artifisial itu. Bahkan, pertunjukan jalanan pun bisa digelar di jalan utama itu. Bentuk pertunjukan jalanan ini mirip Police Academy Stuntman Show yang biasa digelar di Disneyland. Disajikan secara live dengan penonton yang melihatnya di pinggir jalan.
”Bisa jadi nanti ada seorang putri di atas kastil yang harus diselamatkan pa ngeran. Pangeran akan bertarung de ngan musuh-musuh yang jahat,” kata Manager FEC Sutan Tigin yang menangani langsung implementasi desain wahana di lapangan.
Itu masih di jalan utama. Di sisi kanan dan kiri jalan, ada barisan pertoko an dengan gaya bangunan lawas. Barisan toko itu juga menjadi pintu masuk wahana. Salah satunya wahana Studio Central. Konsep wahana ini adalah menampilkan pertunjukan khas Trans TV dan Trans7.
Di sini terdapat sebuah amphitheater de ngan kapasitas 300 penonton. Peralatannya lengkap. Mulai panggung, sound system, hingga proyektor. Tepat di belakang panggung, sebuah layar raksasa di le takkan. Itu agar tiap kali ganti background, tak perlu susah-susah mengganti kanvas. Cukup menyorot dengan proyektor. ”Semua peralatan di sini standar studio satu Trans TV di Jakarta,” ujar Sutan.
Nah, amphitheater tersebut digunakan untuk menggelar pertunjukan. Mu lai Bukan Empat Mata, Ekstravaganza, dan pertunjukan khas yang ditampilkan di ja ringan Trans TV lainnya. Mau siaran lang sung bisa, tapping apalagi. ”Rencananya, satu bulan sekali atau dua kali kita hadirkan secara langsung artis-artis itu di sini. Biar masyarakat semakin dekat dengan pertunjukan Trans,” katanya.
Masih di kompleks Studio Central, tepat di samping amphitheater, akan ada wax museums. Museum ini bukan untuk menyimpan benda-benda tua dan kuno. Konsepnya seperti Madame Tussaud’s Museum di beberapa negara, seperti di London dan Hongkong. Yakni, di sana disimpan patung lilin artis-artis dan public figure dunia. Bedanya, yang dibuat patung lilin museum ini adalah artis-artis yang biasa main di Trans. ”Jangan ka get kalau nanti ada patung Thukul,” ujar Sutan lantas terkekeh.
Setelah Studio Central, theme selanjutnya adalah Magic Corner. Setting tempatnya bergaya Inggris abad ke-16 alias abad pertengahan. Bagi penggemar Harry Potter, nuansa theme itu tak terlalu asing. Nama-nama bangunan yang mengelilingi tempat itu pun didesain bernuansa sihir dan seram. Ada the Witches Cauldron (bejana penyihir), Unicorn Inn (penginapan unicorn), dan kastil-kastil tua. Bangunannya pun tampak kusam dan muram dengan dominasi warna hitam dan cokelat.
Di tengah-tengah theme, terdapat se buah pohon besar yang tinggi menjulang hingga atap. Beberapa Jack O’Lantern (labu yang dibentuk wajah ma nusia, iden tik dengan perayaan Halloween di Ame rika) dengan mata menyala tampak tergeletak di antara akar-akarnya yang besar.
Barangkali, pohon besar itu maksudnya biar mirip dengan Dedalu Per kasa dalam kisah Harry Potter. Da lam kisah la ris itu, pohon tersebut bisa bergerak dan menangkap siapa pun yang mendekat.
Di salah satu sudut Magic Corner, di letak kan sebuah wahana permainan. Yakni, electroblast. Pengunjung akan me naiki salah satu tempat duduknya. Alat tersebut membuat mereka melompat-lompat. Tadinya, tempat duduk pengunjung berbentuk kanguru, namun urung dilakukan. ”Permainan itu belum digunakan di tempat lain di Indonesia. Bahkan, di Ancol pun belum ada,” cerita Sutan.
Namun, wahana utama di Magic Corner adalah yang terletak di pojok selatan theme. Namanya, Dunia Lain. Di dalamnya, pengunjung akan ditantang ”Uji Nyali”. Hantu-hantu negeri sendiri siap mem buat jantung pengunjung deg-degan.
Wahana “Dunia Lain” terdiri atas sembilan zona. Antara lain rumah sakit tua, kamar mayat, kuburan, dan hutan bambu. Hantu-hantu yang disediakan adalah hantu lokal yang biasa tampil di dunia lain. Ada pocongan, kuntila nak, dan jailangkung.
Teknologi hantu “Dunia Lain” pun terinspirasi film Harry Potter. Penggemar kisah penyihir itu pasti tahu, di sekolah sihir Hogwarts ada hantu-hantu bergentayangan. Mereka bisa berjalan hilir mudik dan bisa menembus tubuh manusia tiap kali berpapasan.
Nah, di “Dunia Lain” pun disediakan. Tapi, bukan Nearly-Headless Nick (Nick si Kepala Nyaris Putus) atau Bloody Baron (Baron Berdarah). Yang digunakan tetap hantu lokal. ”Kalau hantu lokal kan lebih seram daripada hantu impor,” ujar Sutan.
Itu masih dua theme. Dua theme lain adalah Cartoon Corner dan The Lost City. Seperti namanya, Cartoon Corner berisi wahana khusus anak-anak. Ornamen yang dibangun pun penuh warna. Sementara, The Lost City menjadi theme Jejak Petualang. Di dalamnya diisi ornamen khas petualangan. Mulai hutan, hewan, hingga gua. Wahana unggulan di situ adalah water coaster yang didesain seperti suku pedalaman Inca.
Kata Sutan, tiap-tiap theme memiliki ”ruang waktu” yang diatur dengan lightning. Magic Corner dan Studio Central menggunakan setting waktu malam hari. Sedangkan Cartoon City pagi hari dan The Lost City siang hari. ”Karena indoor, dengan setting lampu semuanya bisa diatur,” ujarnya.
***
Selain mengamati pembangunan pro yek Trans Studio Theme Park, Jawa Pos melihat dari dekat proyek pembangunan Menara Bank Mega dan gedung Trans Walk. Khusus untuk Menara Bank Mega, kondisinya masih setengah jadi.
Gedung yang akan menjadi kantor wilayah Indonesia Timur Bank Mega itu sudah berdiri sepuluh lantai. Namun, sisi-sisi dindingnya masih lowong.
Untuk gedung Trans Walk, sudah tam pak bangunan utamanya. Hampir se mua dinding luar sudah tertutup. Entrance utama di sisi selatan diapit dua bangunan kukuh berbentuk melingkar. Semua lantai berlapis beton.
Dua bangunan melingkar itu rupanya menjadi trade mark Trans Walk. Bangunan nya mengapit entrance sekaligus menjorok ke arah luar bangunan sehingga membuatnya menonjol di antara seluruh bangunan. ”Dindingnya nanti berupa kaca. Jadi, sambil belanja, view-nya langsung ke pantai,” kata Construction Manager PT Trans Kalla Makassar Heriadi kepada Jawa Pos. PT Trans Kalla menguru si pengerjaan proyek yang merupakan sinergi antara pengusaha Chairul Tanjung (Trans Corp) dan keluarga Jusuf Kalla (pemilik lahan) tersebut.
Ciri khas pusat perbelanjaan itu juga mulai terlihat di entrance barat. Entrance tersebut punya nama sendiri. Yakni, ”pintu masuk terong”. Disebut terong karena atap pintu masuk itu adalah sebuah bangunan tiga lantai yang melengkung menjangkau sisi luar bangunan. Atap bangunan tersebut berwarna merah menyala. ”Nah, merahnya itu seperti terong. Maka, kita sebut entrance terong,” ujar Heriadi, lantas terkekeh.
Bangunan yang menjorok itu sebagai atap plus tempat tenant. Bawahnya hanya untuk drop off pengunjung. Mobil yang mengantarkan bisa langsung meluncur ke basement untuk parkir atau langsung keluar dengan terlebih dahulu memutari gedung Trans Studio Makassar.
Bangunan empat lantai itu terdiri atas basement, lower ground, ground, upper ground, dan lantai satu. Tiap tempat sudah memiliki peruntukannya. Untuk lower ground, akan ada supermarket kelas wahid. Sejumlah jaringan supermarket besar siap digandeng. Di antaranya, Giant, Carrefour, dan Makro. Bersanding dengan supermarket itu, ada tempat khusus untuk food and beverages plus kios-kios kecil.
Sementara itu, lantai ground akan dipadati oleh tenant-tenant besar penyedia jajanan dan pakaian. Bahkan, salah satu tenant pakaian kondang sudah mem-booking dua lantai khusus untuk memajang koleksinya. Begitu pula upper ground. Jaringan toko buku nasional sudah menyatakan bersedia menyewa. Nah, lantai satu atau lantai teratas akan menjadi exhibition hall untuk pameran. Di situ juga sudah disiapkan lahan khusus untuk bioskop. Rencananya, ada lima teater di lantai satu itu.
Exhibition hall sudah disiapkan untuk pameran benda yang paling mewah. Yakni, pameran mobil. Sisi selatan gedung tersebut akan dilengkapi lift untuk mobil. Fasilitasnya sudah terbentuk. Dinding-dinding hampir menutupi semua bangunan. Hanya, masih tampak telanjang. Tinggal ditutup dengan adonan semen.
Selain akan dipenuhi tenant, lantai ground memiliki fungsi spesial. Sebab, lantai tersebut akan menjadi lantai utama yang menghubungkan gedung pusat perbelanjaan dan Trans Studio Theme Park. Karena itu, entrance terong memiliki fungsi ganda. Selain pintu masuk ke mal, entrance tersebut bisa sebagai akses utama menuju gedung yang juga disebut Family Entertainment Center (FEC). Antara FEC dan kawasan perbelanjaan yang berdempetan disambungkan oleh gate utama di lantai ground.
Gate itu akan didesain seperti lambang Trans TV. Yakni, sebuah gambar tiga dimensi yang menyerupai berlian dibelah dua. Nah, lambang tersebut akan diletakkan di pintu masuk tepat di sebelah ticketting. Bangunan gate Sabtu lalu masih belum berbentuk. Tapi, di dalamnya, theme park sudah 90 persen rampung. Siap-siap merasakan kejutannya.
***
Pembangunan megaproyek itu terus dikebut. Namun, yang paling diprioritaskan adalah FEC. Theme park tersebut di targetkan launching pada 9 September. Tinggal dua bulan lagi! Mal dan Menara Bank Mega tampak luar harus rampung pada tanggal itu. ”Kami mengejar pembukaan pada 9-9-2009 pukul 09.00 Wita,” ujar Heriadi, construction mana ger PT Trans Kalla Makassar.
Untuk mengejar deadline pembukaan itu, lebih dari 800 pekerja dikerahkan untuk menyelesaikan bangunan tersebut. Mereka bekerja 24 jam dengan sistem sif. Untuk melecut semangat mereka, sebuah papan bertulisan hitung mundur pengerjaan proyek dipajang.
Menurut Heriadi, bos-bos pun semakin intensif memantau perkembangan pengerjaan tersebut. Mulai Direktur Para Group Chairal Tanjung, bos Trans Corp Chairul Tanjung, hingga Direktur Utama Trans Studio Makassar Wibowo Iman Sumantri. ”Kita semua tak sabar ingin theme park segera rampung,” ujarnya, lantas tersenyum.
Setelah merampungkan tiga megaproyek itu (Menara Bank Mega, Trans Walk, dan Trans Studio Theme Park), PT Trans Kalla Makassar akan melanjutkan pembangunan tahap dua.
Mereka akan membangun kawasan perhotelan, apartemen, ruko, rukan, marina, plus kawasan wisata di pinggir pantai. Semua itu akan dibangun di atas lahan sekitar 20 hektare di sisi utara.
Wibowo menuturkan, pembangunan ta hap kedua bakal dilaksanakan tahun de pan. Targetnya adalah pendirian dua gedung hotel kelas bintang empat dan lima setinggi 12 lantai. Itu bertujuan untuk menjadikan Trans Studio Makassar menjadi benar-benar kawasan rekreasi integral.
Masih belum cukup. Sebelah utara kawasan tersebut menjadi target berikutnya. Di sana ada barisan pantai, pulau-pu lau kecil, dan ombak pantai yang landai se perti berada di danau. Selama ini, kawasan itu tak banyak dimanfaatkan. ”Kami akan bangun marina dan rekreasi pantai di sana,” ujarnya mantap. (aga/kum)
sumber : Jawa Pos